Gak sengaja nyruput kopi illy

Tuesday, October 6, 2009
Nyaris selama lebaran kemaren saya nggak menyentuh kopi sedikitpun. Aroma kopi yg biasa menemani hari2 pun seakan pudar seiring waktu. Harusnya sebelum pulang mudik saya biasanya nyetok kopi. Namun kali ini saya niatkan untuk detox caffeine, jadi ya mau nggak mau harus ngempet ngopi selama 2 minggu.

Hingga akhirnya sebuah kesempatan di hari terakhir cuti lebaran, saya menyempatkan untuk ke sebuah mall. Disana ada sebuah cafe yg jelas2 memampang tulisan "Daily Fresh Roasted coffee for you". Tanpa pikir panjang langsung saya datang dan memesan secangkir espresso. Waktu itu saya lupa bilang single atau double, tapi pegawainya langsung mengiyakan (yg jualan bisa baca pikiran mungkin). Selang waktu yg lumayan lama (bener2 lumayan lama, padahal gak ada yg order selain saya waktu itu). Dengan waktu selama itu saya membayangkan secangkir espresso yg nikmat dengan waktu ekstraksi yg tepat.

Pertama kali espressonya datang, saya bener2 kaget. Baru pertama kali ini saya pesen espresso di sby dapetnya lengkap, sebuah biskuit coklat (ndak saya makan, wong ndak suka njajan), segelas kecil air putih dan secangkir espresso disajikan di depan saya. Cuma saya sedikit kecewa, ternyata espressonya under extracted. Jadinya espresso seukuran triple, dengan body dan crema tipis. Cuman waktu itu saya cukup terkejut, dengan kondisi under extracted kopi ternyata tidak terasa terlalu pahit ataupun terlalu asam. Bitterness dan acidity nya cukup balance waktu itu (menurut saya se) dengan aroma coklat yg menyeruak. Aroma espresso waktu itu mengingatkan pada segelas coklat hangat, ya, aroma yg dimiliki lebih cocok menggambarkan itu adalah segelas coklat hangat.

Ketertarikan pada kopi yg saya beli waktu itu akhirnya membawa saya pada kenangan bersama miss silvia di kos ketika menikmati espresso yg nyaris sempurna di rumah. Tapi... lho... lho... ternyata pada sruputan yg ke sekian, aroma dah mulai hilang. Hmm, saya bisa menebak, ini bukanlah fresh roasted coffee seperti yg ditulis di depan. Ya sudahlah, at least saya bisa mendapatkan coffee blend yg menarik hari ini. Langsung saja saya habiskan kopi di cangkir, sembari meminta bill ke waitress. Ketika bill telah saya terima saya iseng menanyakan kopi apa yg mereka pakai. Eeh, tak dinyana ternyata itu adalah kopi illy yg selama ini pengen saya rasakan. Hmm, makanya koq orang pada bilang illy enak, dengan kondisi under extracted saja aroma kopi terasa memikat, apalagi kalau ekstraksi berlangsung sempurna. Sepulang dari brisbane ntar coba beli illy ah....

Blog ini gak bakal ada hal2 teknis programming

Tuesday, August 11, 2009
Saya programmer serius. Beneran, bener2 serius saya kalau sudah di depan eclipse, ngoding sana sini, baca bussiness requirement, bikin functional spec, contruct SRS, SAD, ImplementationDesign Document, Traceability Matrix (mungkin klo anda nggak kerja di tempat saya, prosesnya nggak akan se disiplin ini :p)... fiuuuh... Jangan harap anda melihat saya nggak serius melakukannya. Tapi kenapa blog ini nggak ada sedikitpun berisi tentang hal2 teknis dunia programming?

Jawabannya, it is more than enough having technical life on my works. Diluar kantor, saya adalah jiwa yg bebas, bukan orang teknik (walo sering diajak konsultasi ato diskusi teknis jg, padahal itu jam 10 malem), manusia sosial, bukan manusia2 autis dengan Blekberi di tangan (pernah nemu cewek jalan di mall liatin blekberi terus mpe mau nabrak saya). Saya mengikuti cara hidup orang prancis, work for life, bukan life for works. Walau hanya selisih penempatan work dan life, namun implikasinya begitu besar.

Karena saya menempatkan pekerjaan di posisi yg benar, maka bisa dilihat saya bisa begitu menikmati hidup sebagai seorang programmer. Walau load pekerjaan begitu tinggi, saya bisa dibilang jarang merasa stress. Karena begitu jam menunjukkan waktu pulang, maka saat itulah saya terbebas dari beban pekerjaan. Saya banyak belajar melakukan estimasi pekerjaan dengan benar dari teman2 di kantor yang rata2 jago melakukan estimasi. Sehingga seberat apapun pekerjaannya, karena estimasi benar, bisa dibilang saya jarang lembur. Pekerjaan beres tepat waktu, malah masih bisa bersantai di sela2 pekerjaan. Hobi bisa jalan, dan,,, saya gak perlu curhat sana sini mengenai kerjaan di kantor. Makanya, blog ini bakalan berisi hobi dan liburan, nggak bakal ada hal2 teknis mengenai programming dan teknik2nya disini.

Rancilio Silvia manual preinfusion

Friday, July 24, 2009
Preinfusion di mesin espresso.. hmm makanan apa lagi ini...

Preinfusion pertama kali dikenalkan oleh Faema di mesin HX pertamanya yaitu Faema E-61 di taun (bisa ditebak ;)) 1961. Preinfusion sendiri bekerja mirip seperti sebuah rem ABS yg berfungsi untuk mengurangi kecepatan, namun tidak sampai membuat roda selip. Lah, emang mesin espresso ada rodanya tho?

Pada dasarnya sebuah sistem preinfusion di mesin espresso berguna untuk mengurangi tekanan air di group head. Kenapa saya analogikan seperti sebuah rem ABS? Karena seperti rem ABS, preinfusion akan mencegah air bertekanan tinggi (sekitar 9 bar) langsung menghajar puck alias kopi di portafilter. Air bertekenan rendah akan mengalir perlahan membasahi kopi secara merata di portafilter, yg akhirnya membantu proses ekstraksi kopi. Proses pembasahan ini akan membantu mengkoreksi sedikit kesalahan pada waktu proses tamping dan distributing, sehingga proses ektraksi bisa berjalan sempurna, walau preinfusion sendiri tidak bakal bisa mengkoreksi kesalahan secara umum.

Lalu bagaimana membuat preinfusion di Silvia? Apa perlu mesinnya di bongkar? Untungnya nggak perlu. Klo kita bongkar kulit luar silvia, kita bakal tahu kalau steam wand milik silvia terhubung langsung ke boiler mesin. Itu artinya apabila pompa mesin dihidupkan, maka air akan keluar melalui group head atau melalui steam wand. Tentunya anda sudah pernah melakukan ini sebelumnya, mirip seperti mengeluarkan air panas dari silvia. Bedanya, kalau anda mengeluarkan air panas, maka tombol hot water anda tekan sekaligus membuka steam wand lebar2. Kalau pre infusion maka ketika anda menekantombol brew coffee, steam wand anda buka sedikit saja. Anda bisa coba dengan cara melepas portafilter terlebih dahulu, lalu tekan tombol brew coffee sekaligus buka steam wand, maka air akan keluar dari group head dan steam wand.

Bagaimana cara mengoperasikan manual preinfusion di silvia? CMMIW, ada dua macam preinfusion di mesin espresso yaitu passive preinfusion dan progressive preinfusion. Perbedaan mendasar dari passive preinfusion dan progressive preinfusion terletak pada tekanan air yg dihasilkan. Passive preinfusion memiliki tekanan yg hampir sama di awal dan akhir preinfusion, sedangkan progressive preinfusion memiliki tekanan yg terus bertambah tinggi seiring waktu preinfusion. Lalu caranya bagaimana?

Passive Preinfusion
Passive preinfusion bisa didapat dengan cara membuka steam wand ketika brew button ditekan selama waktu preinfusion yg diinginkan. Misal kita menginginkan preinfusion selama 3 detik, maka selama 3 detik kita buka steam wand lalu kita tutup rapat2 steam wand sehingga air dengan tekanan penuh akan kembali mengalir ke group head. Perlu diingat bahwa steam wand jangan dibuka terlalu lebar. Karena apabila steam wand terbuka terlalu lebar, maka air tidak akan pernah membasahi puck dikarenakan tekanan di puck yg tinggi, membuat air tidak akan bisa melewatinya.
Progressive Preinfusion
Progressive preinfusion memiliki cara yg mirip dengan passive preinfusion. Hanya saja, selama waktu preinfusion secara perlahan kita tutup. Sehingga seiring waktu preinfusion, tekanan air yg mengalir ke group head akan bertambah. Preinfusion ini mirip seperti yg dimiliki oleh mesin yg menggunakan group head E-61

Silvia sendiri adalah mesin yg skill full. Artinya skill anda akan menentukan espresso yg anda dapat dari mesin ini. Yang paling susah adalah konsistensi dari espresso yg dihasilkan. Dengan teknik preinfusion ini saya bisa menghasilkan espresso yg nyaris konsisten, walau nggak bisa 100% konsisten jg.

Demi kopi saya rela belajar microcontroller

Sunday, July 12, 2009
Berawal dari pembicaraan dengan seorang kawan, tiba2 saya ngidam. Masalahnya, sesuatu yang saya idam2kan adalah barang mahal, yang bahkan bagi seorang hobist pun berpikir berkali2 sebelum membelinya. Barang itu adalah mesin espresso prosumer yang harganya melebihi harga sepeda motor matic bebek buatan jepang model terbaru. Saya sendiri sudah memiliki mesin espresso home line Rancilio Silvia yang luar biasa. Namun dengan ritual yang begitu ribet, namun hasil yg didapat tidak pernah konsisten sehingga kadang saya berangan2 untuk mengupgrade mesin saya.

Namun mengingat harganya yang setinggi langit, saya akhirnya mengurungkan niat saya. Saya pun mengincar PID (yang berarti Proportional Integral Derivative) Controller untuk membantu saya membuat espresso dengan hasil lebih konsisten. Dengan PID controller, saya bisa mengurangi ribetnya membuat secangkir espresso dan mengurangi konsumsi air yg terbuang percuma untuk mencari suhu yg tepat ketika membuat espresso.

Berbekal info dari google, beberapa merk PID controller pun saya incar. Setelah mencari kesana kemari, akhirnya saya mendapatkan list perusahaan yang menjual PID controller yg sesuai dengan keinginan. Surat cinta pun saya layangkan ke mereka, dengan harapan cinta saya tak bertepuk sebelah kantong. Singkat cerita, surat cinta saya dibalas oleh mereka. Dan, ternyata memang saya bukan jodoh dengan PID controller. Harganya jauh diatas budget, padahal dengan spesfikasi yang pas2an saja.

Akhirnya, saya bertekat untuk membuat PID controller sendiri. Algoritma PID sendiri sudah banyak beredar diluar sana, jadi saya tidak perlu susah2 memikirkan bagaimana menterjemahkan model matematis PID kedalam algoritma pemograman. Saya cukup memfokuskan diri belajar microcontroller saja. Semoga project ini bisa berhasil, sehingga saya nggak perlu lagi kepingin membeli mesin yg aneh2 lagi. Cukup sebuah otak bikinan sendiri yg dipasang di mesin untuk membantu mengontrol mesin espresso kesayangan dirumah.

Resep Thin crust pizza dough

Thursday, June 11, 2009
Dah lama gak ngurusi blog ini. Akhir2 ini sibuk ngurusi pekerjaan yang gak ada habis2nya. Kebetulan load kerjaan lagi rendah, jadi bisa bikin entry baru.

Kali ini saya akan coba sharing resep pizza dough favorite saya. Pada dasarnya resep pizza sangat simple sekali. Bahan dasarnya hanyalah pizza dough, pasta tomat, oregano, basil dan keju mozzarella. Keju mozzarella adalah bahan wajib dalam pembuatan pizza, karena keju ini akan meleleh ketika dipanaskan. Kalau tidak ada keju mozarella, bisa pakai keju Kraft Quickmelt.

Topping pizza sendiri tidak ada kewajiban harus seperti apa. Anda bisa berkreasi sesuka anda, menggunakan bahan2 favorit anda. Saya sendiri sering menggunakan tuna atau daging giling ditambah sosis dan terkadang bakso. Selain itu, agar pizza menjadi sedikit sehat, sering saya tambahkan paprika dan bawang bombai untuk menambah rasa dan aroma dari pizza itu sendiri.

Bahan2 pizza dough:
  • Ragi (gunakan 1 bungkus ragi)
  • 1 3/4 gelas Tepung terigu
  • 3/4 gelas air hangat
  • 1/4 sendok teh gula
  • 1/2 sendok teh garam
  • Olive oil secukupnya. Kira2 1/2 sendok teh saja
Cara membuat dough:
  1. Campurkan ragi, gula dan air hangat ke dalam mangkuk. Aduk rata hingga semua tercampur, lalu diamkan sekitar 6 - 8 menit
  2. Campur tepung terigu dan garam, lalu masukkan campuran ragi dan olive oil ke dalamnya. Lalu uleni hingga kalis. Kalau gak tau kalis, rasanya mirip ketika anda meremas bantal atau guling. Berasa empuk2 tapi gak lembek, gak juga keras.
  3. Kalau anda menggunakan mixer, gunakan dough hook (berbentuk seperti spiral) sekitar 3 menit atau kurang (sampai adonan sudah terlihat tercampur). Lalu uleni dengan tangan hingga kalis. Kapan lalu sempat lihat di acara chef bara ada food processor yg bisa langsung bikin dough sampai kalis, kalau anda punya yang seperti ini tentu jauh lebih enak. Ngirit tenaga.
  4. Ketika menguleni dough, sekali2 banting dough nya. Saya sendiri nggak tau buat apa, tapi memang stepnya seperti itu (lumayan, bisa buat ngilangin stress). Oh iya, kalau anda menggunakan mixer, agar dough tidak lengeket di tangan anda, sebelum anda mulai menguleni taburi tangan andadengan tepung terigu terlebih dahulu.
  5. Apabila selama proses menguleni anda merasa dough terlalu keras, anda bisa tambahkan air atau olive oil (tapi sedikit saja). Kalau adonan terasa terlalu lembek, tambahkan tepung.
  6. Setelah adonan, taruh di tempat yg sebelumnya di taburi tepung. Lalu diamkan sekitar 1/2 jam agar adonan mengembang.
Biaya terbesar dalam pembuatan dough pizza adalah di olive oil. Rata2 olive oil ukuran 125 ml seharga 35 ribu (dah dapet pizza hut ukuran kecil). Oh iya, biasanya ada dua macam olive oil yg kita lihat di supermarket, extra virgin olive oil, dan extra light olive oil. Gunakan extra virgin olive oil, karena extra light olive oil bukan untuk memasak. Selain itu extra light olive oil rasanya kurang kuat, dan biasanya lebih sering digunakan untuk salad dressing daripada memasak.

Untuk toping pizza lihat di posting selanjutnya ya.

Indonesia VS Malaysia

Friday, May 1, 2009
Posting kali ini membicarakan tentang perseteruan dua negara ini. Negara saya tercinta (Indonesia) VS negara tetangga (Malaysia). Perseteruan yang seakan tiada habisnya, padahal kita sendiri satu rumpun, sempat satu naungan kerajaan, tapi tetep aja bertengkar.

Saya tidak tahu kapan pastinya perseteruan ini dimulai. Tapi yang saya tahu, semenjak saya masih seumuran jagung muda, sampe jagungnya saya makan hingga akhirnya jagungnya sekarang membusuk di septic tank kos, perseteruan ini tidak ada habis2nya. Bahkan menurut sejarah, sebelum saya direncanakan untuk dibuat (bapak dan emak belon kawin, ketemu aja belon), dua negara ini dah saling adu otot. Yang satu mengecap orang indon ndeso, bau, taik, tukang korupsi (klo yg ini, gak berani ngounter ah). Sedang yang satu mengecap orang malaysia sebagai maling, tukang rusuh dan lain2 (keknya gak baek klo di tulis semua).

Klo ditarik satu garis keturunan, kita ini satu sebenarnya satu keturunan. Sama2 keturunan bangsa melayu dengan budaya yang mirip2 juga. Tapi kenapa kita tidak bisa jalan bersama penuh kedamaian kaya di filem2 gt ya. Apa ini yang pepatah bilang, benci tapi rindu. Semoga permusuhan ini hanyalah sebuah kedok rasa sayang seorang saudara. Amiin

Sayangkah anda kepada kedua orang tua anda?

Friday, March 27, 2009
Bagaimana kabar orang tua anda hari ini?

Mungkin banyak dari kita tidak pernah benar2 menyayangi orang tua kita. Walaupun kita bilang kita sayang dengan mereka, coba bandingkan dengan cara anda menyayangi buah hati anda (klo belum punya, bisa pacar ato istri/suami). Apakah kecintaan anda kepada mereka lebih dari kecintaan kita kepada pasangan atau buah hati kita?

Dulu, bisa dibilang saya adalah orang yang paling gak cocok sama orang tua saya. Sering saya bertengkar dengan orang tua hanya karena masalah sepele. Tak jarang adu mulut pun terjadi apabila ada ketidak cocokan dengan mereka. Perasaan menyesal pun tidak pernah terlintas walau kalau dipikir, perkataan saya waktu itu sangat menyakitkan hati.

Hingga suatu hari ibu saya mengandung adek saya yang paling kecil. Waktu itu saya berumur 20 tahun dan ibu saya berumur sekitar 40 an. Tiba2 di usia kehamilan yang menginjak 4 bulan, ibu saya terkena pre eclampsia (tulisannya gak tau bener apa gak). Badan ibu saya yang proporsional, tiba2 membengkak terisi oleh cairan tubuh. Tekanan darahnya sangat tinggi. Ibu saya jadi mirip maskot michellin, seperti balon yang siap meletus kapan saja. Saya yang dulunya begitu tidak cocok dengan ibu saya, tiba2 menjadi tunduk kepada ibu. Saya gak mau ibu saya menderita lagi melihat tingkah saya. Sudah cukup penderitaan yg ibu saya rasakan dari mengandung adik saya tercinta. Saya terus berdoa demi keselamatan ibu saya, dan saya masih ingat dengan jelas doa saya waktu itu "Ya Allah, apabila engkau berkenan, maka pindahkanlah seluruh rasa sakit ibu saya kepada saya. Sudah cukup ibu saya menderita untuk saya, sekarang biarkan saya yang menanggung penderitaannya".

Puncaknya, ketika saya harus mengantar ibu saya melahirkan. Waktu itu saya melihat ibu saya tergolek lemah, memasrahkan nasibnya kepada Tuhan demi nyawa adik saya. Saya melihat sebuah cinta yang sangat suci, cinta seorang ibu yang rela mati (hik, penulis mo nangis nulisnya) demi anaknya yang belum tentu mau menyayanginya sepenuh hati. Baru kali itu saya merasa, bahwa saya telah banyak menyakiti orang yang begitu mencintai saya. Seperti kata pepatah, kita tidak akan pernah tahu siapa orang yang kita sayangi hingga kita kehilangan mereka. Dan inilah yang terjadi pada saya.

Setelah proses melahirkan, ibu saya tidak sadarkan diri. Beliau tergeletak di ICU dengan kondisi yang sangat lemah. Disitulah titik balik bagimana saya memandang seorang orang tua. Ketika itu saya disadarkan bahwa seperti apapun pandangan saya terhadap orang tua saya, tetap saya harus menghormati mereka. Karena suatu saat nanti, kita yang akan berada di posisi mereka. Berkorban untuk anak saya walau harus mengorbankan nyawa sekalipun. Kalau kita tidak menyadari bagaimana pentingnya menghormati orang tua, bagaimana kita bisa mengajarkan anak2 kita suatu saat nanti untuk menghormati orang tuanya.

Kini, ibu saya sudah sehat. Saya bersyukur, Tuhan masih memberi saya kesempatan untuk berbakti kepada orang tua saya. Sekarang saya sudah jauh berubah, saya sangat dekat dengan orang tua saya. Tiap saat, saya selalu berusaha untuk menjaga hati orang mereka. Meskipun terkadang terjadi selisih paham, namun itu hanyalah bumbu penyedap hubungan saya dengan orang tua saya. Walaupun terjadi selisih paham, saya sebisa mungkin berbicara tanpa menyakiti hati mereka. Saya takut, apa yang saya omongkan menyakiti mereka, dan saya tidak sempat untuk minta maaf hingga mereka tiada....

Bagaimana dengan anda? Apakah anda membutuhkan teguran keras seperti saya untuk menyadari betapa tak berdayanya anda tanpa orang tua? Jangan sampai anda menyadari betapa anda menyayangi orang tua anda ketika mereka telah tiada. Karena ketika mereka telah tiada, penyesalan anda, rasa sayang anda sudah percuma. Semoga ini bisa menjadi bahan pelajaran agar bisa lebih mencintai orang tua kita.

Copyright © 2009 When coding, cooking, coffee and campursari blends into single person